Deskripsi Pekerjaan
Bergabunglah dengan PT. Cyber Defence Nusantara, perusahaan konsultan keamanan siber terdepan di Asia Tenggara. Kami saat ini sedang mencari talenta terbaik untuk mengisi posisi Analis Keamanan Siber (Cybersecurity Analyst) yang akan menjadi bagian dari tim SOC (Security Operations Center) kami yang dinamis dan terus berkembang.
Posisi ini menawarkan kesempatan emas untuk bekerja dengan teknologi keamanan terkini, menangani berbagai kasus insiden siber yang kompleks dari klien Fortune 500, serta mengembangkan keahlian Anda melalui pelatihan dan sertifikasi berkelas dunia. Kami mencari seorang profesional yang memiliki semangat tinggi dalam dunia cyber defense, pemikiran analitis yang tajam, dan kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam tim maupun secara individu.
Tanggung Jawab
- Memantau dan menganalisis alert keamanan dari berbagai sumber (SIEM, EDR, NIDS, firewall) secara real-time.
- Melakukan investigasi awal (triage) terhadap potensi insiden keamanan untuk menentukan tingkat keparahan dan dampak bisnis.
- Mengelola dan merespons insiden keamanan siber sesuai dengan SOP dan playbook yang telah ditetapkan.
- Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis serangan (malware, phishing, DDoS, ransomware) dan mengambil langkah remediasi yang tepat.
- Melakukan analisis forensik sederhana terhadap sistem dan endpoint yang terdampak.
- Menyusun laporan insiden harian, mingguan, dan bulanan untuk manajemen teknis dan klien.
- Berkontribusi dalam pengembangan deteksi aturan (use case) untuk meningkatkan visibilitas ancaman.
- Melakukan threat hunting secara proaktif untuk mencari indikator kompromi (IoC) yang belum terdeteksi oleh sistem.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 di bidang Teknik Informatika, Ilmu Komputer, atau Sistem Informasi.
- Memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai SOC Analyst, Security Analyst, atau peran serupa.
- Memiliki pemahaman mendalam tentang protokol jaringan (TCP/IP, HTTP/S, DNS, TLS) dan sistem operasi (Windows, Linux).
- Pengalaman dengan SIEM platform seperti Splunk, IBM QRadar, atau ELK Stack (Elasticsearch, Logstash, Kibana).
- Menguasai framework keamanan siber seperti MITRE ATT&CK dan Kill Chain.
- Memiliki sertifikasi di bidang keamanan siber (diutamakan: CompTIA Security+, CEH, SSCP, atau GIAC).
- Kemampuan analitis yang kuat serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dan tepat.
- Mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (lisan dan tulisan).